Tiga Hari Penuh Inspirasi: Mendalami Visi dan Nilai Telkom University Surabaya
HARI PERTAMA:
Budaya Higher Education Institution (HEI) di Telkom University Surabaya
Budaya HEI di Telkom University Surabaya didasarkan pada tiga pilar utama: integritas, kolaborasi, dan keunggulan. Dalam praktiknya, universitas ini mendorong mahasiswa untuk:
- Mengembangkan Kepemimpinan: Mahasiswa diajarkan untuk memimpin dengan contoh dan integritas, mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.
- Komunikasi yang Efektif: Keterampilan komunikasi adalah esensial, tidak hanya dalam konteks akademis tapi juga dalam kehidupan profesional. Universitas menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan efektif.
- Etika Profesional: Menanamkan etika kerja yang kuat dan pemahaman tentang tindakan yang etis dalam situasi profesional dan pribadi.
Selain itu, universitas mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler, sehingga mahasiswa dapat menerapkan apa yang mereka pelajari dalam situasi dunia nyata, mempromosikan inovasi dan perubahan sosial yang positif.
Program Studi di Telkom University Surabaya
Setiap program studi di Telkom University Surabaya dirancang untuk memenuhi kebutuhan sektor industri yang spesifik, dengan fokus khusus pada maritim, logistik, dan transportasi. Berikut adalah detail lebih lanjut dari sebelas program studi yang ditawarkan:
- Teknik Elektro
- Fokus: Instrumentasi elektronika, sistem kendali, elektronika cerdas, IoT.
- Prospek Karir: Engineer di berbagai sektor, termasuk manufaktur, telekomunikasi, dan energi.
- Teknik Telekomunikasi
- Fokus: Prinsip dasar telekomunikasi, teknologi jaringan.
- Prospek Karir: Spesialis jaringan, arsitek sistem, dan posisi lain di industri telekomunikasi.
- Teknik Komputer
- Fokus: Pengembangan hardware dan software, teknologi robotika, IoT.
- Prospek Karir: Developer perangkat keras dan lunak, spesialis robotika.
- Teknik Industri
- Fokus: Desain dan optimasi sistem industri dan jasa.
- Prospek Karir: Konsultan industri, manajer produksi, analis sistem.
- Sistem Informasi
- Fokus: Integrasi IT dan manajemen bisnis.
- Prospek Karir: Pengembang software, analis sistem, administrator database.
- Teknik Logistik
- Fokus: Manajemen rantai pasokan dan logistik.
- Prospek Karir: Manajer logistik, analis rantai pasok, spesialis kontrol kualitas.
- Informatika
- Fokus: Pengembangan sistem cerdas dan terintegrasi.
- Prospek Karir: Developer, analis sistem, spesialis keamanan IT.
- Rekayasa Perangkat Lunak
- Fokus: Pengembangan software inovatif.
- Prospek Karir: Software engineer, developer aplikasi, tester perangkat lunak.
- Teknologi Informasi
- Fokus: Manajemen infrastruktur IT dan keamanan data.
- Prospek Karir: Administrator jaringan, analis keamanan, pengembang web.
- Sains Data
- Fokus: Analisis data besar, pembelajaran mesin, kecerdasan buatan.
- Prospek Karir: Ilmuwan data, analis data, spesialis AI.
- Bisnis Digital
- Fokus: Strategi bisnis digital, e-commerce.
- Prospek Karir: Spesialis pemasaran digital, pengembang bisnis, analis data.
Setiap program di Telkom University Surabaya dirancang tidak hanya untuk memberikan pendidikan teknis yang kuat tetapi juga untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan interpersonal dan etika yang akan memungkinkan mereka untuk berinovasi dan memimpin di dunia yang semakin terhubung dan kompleks ini.
Pemaparan Layanan Kemahasiswaan
Layanan Kesehatan:
Telkom University menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap, termasuk klinik kampus yang dilengkapi untuk menangani kondisi medis dasar hingga darurat. Selain itu, fasilitas ini bekerjasama dengan rumah sakit terdekat untuk memastikan mahasiswa memiliki akses ke perawatan spesialis bila diperlukan. Program kesehatan preventif juga diselenggarakan, termasuk vaksinasi dan seminar kesehatan, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan mahasiswa secara proaktif.
Konseling Psikologis:
Memahami pentingnya kesehatan mental, universitas menyediakan layanan konseling yang dikelola oleh psikolog dan konselor profesional. Layanan ini dirancang untuk membantu mahasiswa yang mengalami tekanan akademik maupun masalah pribadi, seperti kesulitan adaptasi dengan lingkungan kampus atau masalah relasional. Selain sesi konseling individu, universitas juga mengadakan workshop dan seminar tentang manajemen stres, teknik relaksasi, dan pembentukan kebiasaan belajar yang efektif.
Fasilitas Olahraga dan Rekreasi:
Telkom University juga menyediakan berbagai fasilitas olahraga, termasuk lapangan sepak bola, lapangan basket, gym, dan kolam renang. Fasilitas ini tidak hanya mendukung kegiatan fisik mahasiswa tetapi juga digunakan untuk acara kompetitif dan rekreasi. Universitas ini memahami pentingnya keseimbangan antara aktivitas akademik dan fisik, oleh karena itu, disediakan instruktur dan program olahraga untuk membantu mahasiswa mengembangkan kesehatan fisik dan mental yang optimal.
Pemaparan Igracias, LMS, dan Puti
Igracias:
Platform digital Igracias adalah alat penting bagi mahasiswa untuk mengakses informasi akademik, mengelola jadwal, mendaftar mata kuliah, dan mengakses materi pembelajaran. Platform ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan kehidupan akademik dari satu titik akses, mendukung transparansi dan efisiensi dalam komunikasi antara mahasiswa dan administrasi universitas.
Learning Management System (LMS):
LMS di Telkom University terintegrasi dengan kurikulum universitas dan menyediakan platform untuk dosen mengunggah materi kuliah, tugas, dan pengumuman. Ini juga memfasilitasi diskusi online, ujian, dan penilaian, membuat proses pembelajaran lebih interaktif dan dapat diakses dari mana saja.
Puti:
Aplikasi Puti mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan non-akademik, seperti pendaftaran klub, organisasi mahasiswa, dan kegiatan sukarela. Puti juga menyediakan platform untuk mahasiswa mengelola proyek-proyek riset dan inovasi, mendukung kolaborasi antar disiplin ilmu, serta pengembangan profesional mahasiswa.
Materi Kesehatan Mental oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi
Dalam sesi yang disampaikan oleh Ibu Toetiek Septriasih, M.Psi, mahasiswa baru di Telkom University mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kesehatan mental sebagai komponen krusial dalam keberhasilan akademik dan kesejahteraan pribadi. Sesi ini fokus pada pembekalan alat dan sumber daya untuk mengelola stres, kecemasan, dan depresi—masalah-masalah yang sering muncul selama masa studi.
Pengenalan dan Pencegahan:
Ibu Toetiek memulai sesi dengan edukasi mengenai gejala umum gangguan kecemasan dan depresi, serta cara mengenali tanda-tanda awal ketidakseimbangan mental, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Beliau menekankan pentingnya kesadaran diri dan literasi kesehatan mental sebagai langkah pertama dalam pencegahan.
Strategi Manajemen Stres:
Melalui kombinasi presentasi visual dan aktivitas interaktif, Ibu Toetiek mengajarkan teknik-teknik manajemen stres yang praktis, termasuk teknik pernapasan, mindfulness, dan meditasi. Beliau juga menekankan pentingnya kebiasaan tidur yang baik, pola makan sehat, dan jadwal belajar yang teratur sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan mental.
Sumber Daya Dukungan:
Sesi ini juga memperkenalkan berbagai sumber daya dukungan yang tersedia di kampus, termasuk konseling individu, workshop kesehatan mental, dan program bimbingan peer. Ibu Toetiek menjelaskan prosedur untuk mengakses layanan konseling dan mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika mengalami masalah kesehatan mental.
Pembentukan Komunitas Dukungan:
Selain itu, sesi ini menyoroti pentingnya membangun komunitas dukungan di antara mahasiswa, di mana mereka dapat saling membantu dan memberikan dukungan emosional. Ibu Toetiek mendorong mahasiswa untuk aktif dalam klub dan aktivitas sosial sebagai cara untuk membangun jaringan pendukung dan mengurangi perasaan isolasi.
Wawasan Kebangsaan: Menanamkan Semangat Nasionalisme dalam Era Teknologi
Wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting dalam membentuk identitas dan kesadaran kolektif suatu bangsa, termasuk Indonesia. Di era globalisasi yang sarat dengan kemajuan teknologi, wawasan kebangsaan bukan hanya berbicara tentang cinta tanah air, tetapi juga bagaimana semangat nasionalisme dapat diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penggunaan teknologi untuk pembangunan sosial dan ekonomi.
Sesi yang melibatkan para dosen dan praktisi dari bidang teknologi dan inovasi sosial ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana nilai-nilai nasionalisme dapat diterapkan secara praktis dalam konteks modern. Fokusnya adalah bagaimana teknologi dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun bangsa, menciptakan keadilan sosial, serta mendukung terciptanya Indonesia yang maju dan sejahtera.
Teknologi Sebagai Alat Pembangunan
Teknologi telah berkembang pesat menjadi salah satu instrumen utama dalam pembangunan. Di Indonesia, penggunaan teknologi telah merambah berbagai sektor, dan inovasi yang lahir dari teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan nasional. Para pembicara dalam sesi ini memberikan berbagai contoh konkret bagaimana teknologi dapat membantu mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Contoh-contoh sukses dari penerapan teknologi untuk pembangunan antara lain:
- Agrikultur: Inovasi teknologi di bidang pertanian seperti penggunaan drone untuk memantau pertumbuhan tanaman, otomatisasi irigasi, dan aplikasi pertanian pintar telah membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi ketergantungan pada cara-cara tradisional yang kurang efisien. Dengan demikian, teknologi memberikan kontribusi nyata dalam memastikan ketahanan pangan nasional.
- Pendidikan: Penggunaan teknologi informasi telah memungkinkan perluasan akses pendidikan ke daerah-daerah terpencil. Program-program pembelajaran daring, aplikasi edukasi, serta platform belajar berbasis internet memungkinkan siswa di wilayah yang sulit dijangkau memperoleh pendidikan yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri.
- Infrastruktur: Teknologi juga digunakan untuk memperkuat infrastruktur nasional, misalnya dalam manajemen lalu lintas yang lebih baik melalui sistem transportasi cerdas (smart transportation), pembangunan jaringan internet di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), serta aplikasi-aplikasi untuk pelayanan publik yang membuat birokrasi lebih efisien dan transparan.
Dengan demikian, teknologi bukan hanya soal kemajuan dalam hal ekonomi, tetapi juga bagaimana ia dapat mendukung pemerataan dan inklusi sosial di seluruh Indonesia. Ini selaras dengan semangat nasionalisme, di mana pembangunan harus bermanfaat bagi seluruh rakyat, tanpa terkecuali.
Pengurangan Kesenjangan Sosial melalui Teknologi
Kesenjangan sosial adalah salah satu masalah utama yang dihadapi Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi besar dan beragam. Perbedaan akses terhadap sumber daya ekonomi, pendidikan, dan kesehatan sering kali menciptakan ketimpangan yang memperburuk ketidakadilan sosial. Teknologi, dalam hal ini, memiliki potensi besar untuk mengurangi kesenjangan tersebut dengan menyediakan akses yang lebih luas kepada pendidikan, kesehatan, serta peluang ekonomi.
Sesi ini menyoroti berbagai inisiatif yang telah memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan komunitas yang termarginalkan, seperti:
- Aplikasi Pendidikan dan Pelatihan Online: Platform seperti Ruangguru dan Zenius yang memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang untuk belajar secara online dengan biaya yang lebih terjangkau. Hal ini membuka kesempatan yang lebih besar bagi mereka yang kurang mampu untuk tetap mendapatkan pendidikan berkualitas.
- Start-up yang Berfokus pada Pemberdayaan Ekonomi: Banyak start-up di Indonesia yang menggunakan teknologi untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti Tokopedia dan Bukalapak. Melalui teknologi e-commerce, banyak UMKM di daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas, mengurangi ketergantungan pada pasar lokal, dan meningkatkan pendapatan mereka.
Dengan demikian, teknologi tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa manfaat dari kemajuan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan visi untuk menciptakan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.
Kewarganegaraan Digital dan Tanggung Jawab Etis
Dalam era digital, konsep kewarganegaraan tidak hanya terbatas pada kehidupan fisik, tetapi juga mencakup dunia maya. Konsep kewarganegaraan digital adalah gagasan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab dalam menggunakan teknologi secara etis, kritis, dan bertanggung jawab. Di dunia yang semakin terhubung ini, setiap tindakan di dunia digital dapat berdampak besar, baik secara sosial maupun politik.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memahami peran mereka sebagai warga digital yang tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk keperluan pribadi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas. Ini meliputi hal-hal seperti:
- Keamanan dan Privasi: Mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga privasi dan data pribadi di dunia maya. Pelanggaran privasi atau penyalahgunaan data dapat berdampak buruk bagi individu dan bangsa.
- Etika Digital: Penggunaan teknologi yang etis sangat penting. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari setiap inovasi yang mereka ciptakan atau gunakan.
Semangat nasionalisme dalam konteks kewarganegaraan digital berarti menggunakan teknologi untuk kepentingan bangsa, bukan untuk merusaknya, misalnya dengan menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, atau kegiatan ilegal lainnya.
Kontribusi Mahasiswa untuk Nasionalisme Teknologi
Sesi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide-ide dan proyek yang mendukung visi Indonesia 2045, di mana Indonesia diharapkan menjadi negara yang adil, makmur, dan sejahtera melalui penerapan teknologi yang inovatif dan inklusif. Inisiatif Indonesia 2045 bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah kompetisi global.
Sebagai bagian dari generasi muda yang akan mengambil alih kepemimpinan di masa depan, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk memanfaatkan teknologi demi kemajuan bangsa. Beberapa langkah yang dapat diambil oleh mahasiswa antara lain:
- Inovasi Berbasis Teknologi: Mengembangkan start-up atau aplikasi yang memiliki dampak sosial positif, seperti platform untuk pendidikan, kesehatan, atau pemberdayaan ekonomi.
- Partisipasi Aktif dalam Pengembangan Teknologi: Mengambil bagian dalam proyek-proyek penelitian dan pengembangan di bidang teknologi yang mendukung pembangunan nasional, misalnya di bidang energi terbarukan, teknologi informasi, atau kesehatan digital.
- Kolaborasi dengan Komunitas Lokal: Melakukan kolaborasi dengan komunitas lokal untuk memahami masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dan menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Pada akhirnya, peran mahasiswa dalam menanamkan semangat nasionalisme melalui teknologi adalah kunci untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih baik. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator yang mampu menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.
Hari 2: Menatap Masa Depan di Era 5.0
Hari kedua Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Telkom University Surabaya mengusung tema "Menatap Masa Depan di Era 5.0". Tema ini dipilih untuk mengajak mahasiswa baru memahami tantangan dan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi yang semakin cepat dan disruptif. Dalam era yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, mahasiswa dituntut untuk mengembangkan pola pikir yang resilien, adaptif, serta dilengkapi dengan kecerdasan sosial dan empati dalam menggunakan teknologi. Agenda pada hari kedua ini dirancang untuk memperkuat fondasi tersebut.
Pengembangan Pola Pikir untuk Era 5.0
Kegiatan pada hari kedua dibuka dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan beberapa tokoh terkemuka dari dunia pendidikan dan teknologi. Diskusi ini berfokus pada perubahan paradigma dalam pendidikan tinggi yang dipicu oleh cepatnya laju inovasi di era digital. Para pembicara menekankan bahwa teknologi telah merubah cara belajar dan cara berinteraksi dalam masyarakat secara fundamental. Mereka menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan kecerdasan sosial dan empati dalam setiap aspek penggunaan teknologi, memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya memberikan manfaat bagi segelintir orang, tetapi juga mampu menjangkau dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Para panelis juga membahas bagaimana pendidikan tinggi harus beradaptasi dengan perubahan ini. Mereka menyarankan agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Ini penting untuk menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian yang akan datang, terutama dalam mempersiapkan diri untuk peran kepemimpinan di masa depan. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya mampu mengadaptasi teknologi, tetapi juga memahami implikasi sosial dan etika dari penggunaannya.
Presentasi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Pola Pikir Prestatif
Setelah sesi panel, acara dilanjutkan dengan presentasi terkait Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Sesi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan akademis dan inovatif mereka. Mahasiswa diajak untuk menghasilkan ide-ide yang dapat memberikan solusi nyata terhadap masalah sosial, lingkungan, dan teknologi yang dihadapi masyarakat saat ini. Dalam konteks ini, mahasiswa diberikan pengenalan tentang metodologi penelitian dasar, teknik penulisan proposal yang efektif, serta pentingnya berpikir kritis dan inovatif.
LKTI bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga platform bagi mahasiswa untuk melatih dan memperkuat pola pikir prestatif. Pola pikir ini ditandai oleh kemampuan untuk melihat kegagalan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran dan inovasi. Dengan pola pikir prestatif, mahasiswa didorong untuk tidak takut mencoba hal baru, belajar dari kesalahan, dan terus berusaha untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Materi “Embrace Your Confidence” oleh Bapak Tectony Rachman
Sesi puncak pada hari kedua adalah materi motivasi dengan tema “Embrace Your Confidence” yang dibawakan oleh Bapak Tectony Rachman, seorang ahli motivasi dan pengembangan diri. Dalam sesi yang penuh inspirasi ini, Bapak Tectony mengajak mahasiswa untuk memahami dan mengatasi hambatan psikologis yang sering kali menghalangi kesuksesan, seperti rasa takut akan kegagalan, ketidakpercayaan diri, dan rasa rendah diri.
Melalui cerita dan pengalaman pribadi, Bapak Tectony memberikan wawasan tentang pentingnya kepercayaan diri dalam mencapai tujuan akademik dan profesional. Beliau menekankan bahwa sikap positif dan mental yang kuat adalah kunci untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Strategi-strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri, menjaga keseimbangan mental dan fisik, serta teknik mengelola stres juga dibahas secara mendalam.
Selain itu, Bapak Tectony juga menekankan pentingnya self-awareness atau kesadaran diri. Mahasiswa diajak untuk mengenali potensi diri, memahami kekuatan dan kelemahan pribadi, serta terus belajar dan berkembang. Sesi ini tidak hanya memotivasi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang percaya diri, tetapi juga membekali mereka dengan alat dan strategi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, hari kedua PKKMB di Telkom University Surabaya ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa baru dalam menghadapi era 5.0. Dengan kombinasi pengetahuan teknis, pola pikir prestatif, dan kepercayaan diri yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten dalam teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan siap untuk berkontribusi bagi masyarakat luas.
Hari 3: Teknologi dan Inovasi sebagai Penggerak Masa Depan di Telkom University Surabaya
Perkenalan Organisasi Mahasiswa
Hari ketiga PKKMB dimulai dengan sesi intensif yang memperkenalkan struktur organisasi mahasiswa, termasuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari 11 program studi yang berbeda. Sesi ini tidak hanya sekedar perkenalan namun juga sebagai platform untuk memahami bagaimana organisasi-organisasi ini berfungsi dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai inisiatif kampus maupun luar kampus.
DPM dan BEM:
Sesi ini menekankan pada bagaimana organisasi-organisasi tersebut beroperasi untuk mewakili kepentingan mahasiswa, mengorganisir kegiatan yang mendukung aktivitas akademik dan sosial, serta mengembangkan keterampilan kepemimpinan mahasiswa. Mahasiswa diinformasikan tentang cara mereka bisa berpartisipasi aktif dalam organisasi ini untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam kepemimpinan dan manajemen.
HIMA:
Setiap program studi memiliki Himpunan Mahasiswa yang berfokus pada pengembangan kompetensi spesifik sesuai dengan disiplin ilmu mereka. Melalui HIMA, mahasiswa dapat terlibat dalam proyek-proyek penelitian, kompetisi ilmiah, dan kegiatan lain yang mendukung pengembangan keterampilan profesional yang relevan dengan bidang studi mereka.
Pemaparan Materi Teknologi dan Inovasi
Tema besar untuk sesi ini adalah "Forward-Thinking and Tech-Savvy Individuals are Ready for the Future". Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai inovasi terbaru yang telah dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen Telkom University.
Proyek Inovasi:
- Smart Tani: Proyek ini memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengaturan distribusi air serta nutrisi ke tanaman secara otomatis, sehingga memaksimalkan hasil panen.
- LeFeeder untuk Perikanan: Inovasi ini berfokus pada pemberian pakan ikan secara otomatis yang dapat menyesuaikan frekuensi dan jumlah pakan berdasarkan kebutuhan ikan, yang dipantau melalui sensor. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam budidaya ikan.
- Smart Farming untuk Ayam: Sistem ini mengintegrasikan teknologi untuk memantau kesehatan dan kondisi ayam, memastikan bahwa lingkungan kandang selalu optimal untuk pertumbuhan ayam. Dengan demikian, produktivitas peternakan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Pengembangan Desa dan Kota Pintar:
Telkom University bekerja sama dengan Adides dalam pengembangan desa pintar, yang fokus pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Proyek ini melibatkan penerapan teknologi yang berkelanjutan, termasuk penerapan prinsip-prinsip sustainability dan circular economy dalam pengelolaan sumber daya dan limbah.
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Kode Etik, dan Syarat Kelulusan
Sesi ini sangat penting dalam membangun kesadaran dan komitmen terhadap lingkungan akademik yang aman dan kondusif. Telkom University menegaskan kembali komitmennya terhadap kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dengan pendekatan yang berfokus pada keadilan dan kesetaraan gender.
PPKS:
- Dasar Hukum dan Prinsip: Universitas ini mengikuti pedoman hukum yang ketat dan berprinsip pada keadilan dan perlindungan bagi korban. Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan mendukung bagi semua mahasiswa, staf, dan pengajar.
- Sasaran PPKS: Program ini melibatkan seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum yang berinteraksi dengan universitas, dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari kekerasan seksual.
Kode Etik dan Syarat Kelulusan:
- Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK): Mahasiswa diinformasikan tentang pentingnya berpartisipasi dalam kegiatan non-akademik yang dicatat dalam TAK, sebagai salah satu syarat untuk kelulusan.
- Indeks Keaktifan Kumulatif (IKK): Mahasiswa didorong untuk aktif dalam berbagai kegiatan kampus sebagai bagian dari evaluasi mereka. IKK ini mencerminkan tingkat partisipasi mahasiswa dalam kegiatan kampus, yang menjadi bagian dari pengembangan karakter dan profesional mereka.
Seluruh rangkaian sesi di hari ketiga ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang aplikasi teknologi yang inovatif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial. Ini merupakan penutup yang kuat untuk PKKMB, mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi pemimpin dan inovator masa depan yang bertanggung jawab dan beretika.
Pesan dan Kesan: Pengalaman Berharga dari PKKMB Telkom University Surabaya 2024
Berjalan memasuki kampus Telkom University Surabaya, saya merasakan sebuah semangat baru yang mengalir di udara—seolah-olah setiap pojok kampus berbisik kisah tentang inovasi dan kemungkinan-kemungkinan yang belum tergali. Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024 bukan hanya sekadar orientasi; itu adalah portal ke dunia baru, dimana setiap sesi dan interaksi membuka lembaran baru menuju masa depan yang cemerlang.
Pesan:
Dari menit pertama, semangat kebersamaan dan kehangatan menyelimuti setiap momen. Sambutan hangat dari para senior dan staf, ditambah dengan presentasi materi yang menarik, mengintegrasikan teori dan aplikasi praktis, serta visi jelas universitas mengenai masa depan penuh inovasi, memberikan nuansa energi yang sangat berbeda. Tidak hanya dipaparkan teori, kami juga diajarkan cara menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapi oleh masyarakat.
Diskusi tentang kecerdasan sosial dan teknologi pada hari kedua benar-benar membuka mata kami terhadap tanggung jawab sosial yang kami emban sebagai generasi mendatang. Memahami bagaimana teknologi bisa digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk karir yang sukses, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan, memberikan motivasi yang mendalam.
Kesan:
Di hari ketiga, ketika kami menyelami lebih dalam tentang inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen—mulai dari proyek Smart Farming hingga inisiatif Smart Village—saya merasa sangat bangga dan terhormat menjadi bagian dari komunitas akademik yang luar biasa. Telkom University menunjukkan keseriusannya dalam menangani isu-isu penting seperti kekerasan seksual dan pentingnya menjunjung tinggi kode etik serta integritas akademik. Ini menegaskan bahwa kami berada di lingkungan yang bukan hanya mendukung keunggulan akademis, tetapi juga mengedepankan nilai moral dan keadilan sosial.
Melalui pengalaman ini, saya tidak hanya mendapatkan ilmu dan keterampilan, tetapi juga pelajaran berharga tentang bagaimana ilmu dapat diterapkan untuk kebaikan yang lebih besar. Telkom University tidak sekadar mengajarkan kami cara menjadi mahasiswa yang sukses, tetapi juga bagaimana menjadi warga dunia yang peduli dan berkontribusi. Ini adalah awal dari perjalanan yang saya yakini akan penuh dengan pelajaran berharga dan transformasi pribadi.



Comments
Post a Comment